Aceh, setelah Lima Tahun Lalu Dihantam Bencana


BANDA ACEH – Pada 26 Desember mendatang, genap lima tahun Aceh dihantam bencana gempa bumi yang disertai gelombang tsunami. Bencana dahsyat itu mengakibatkan lebih dari 200 ribu warga tewas dan hilang, serta ratusan ribu unit bangunan hancur dan rusak berat. Tapi, kini sejumlah kawasan sudah berbenah dan kembali bergairah.

Lihat saja Kota Peunayong di Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Pada 26 Desember 2004, kawasan itu luluh lantak. Pascabencana, kawasan pusat bisnis yang banyak dihuni warga Tionghoa itu praktis lumpuh. Tsunami telah menghancurkan rumah, gedung, hingga ruko sehingga kawasan tersebut terisolasi. Butuh waktu lama untuk membuka kembali sentra bisnis dan perdagangan itu. Peunayong kini berbenah, bangunan direnovasi, bahkan tak sedikit yang dijadikan bertingkat.

Kawasan Pantai Ulee Lhuee juga sudah berubah wajah. Pantai yang masuk Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, itu menjadi wilayah terparah dihantam tsunami. Semua bangunan di kawasan itu hancur karena hanya berjarak 2,5 kilometer dari bibir pantai. Saat ini sudah banyak perumahan baru dibangun di Desa Lambung. Bahkan, di kawasan itu didirikan Pusat Penanganan Tsunami lengkap dengan helipad yang bisa langsung didarati helikopter untuk mengangkut pengungsi ke lokasi aman. (amr/jpnn/oki/jawapos)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s