2009, Tahun Mematikan bagi Insan Pers


2009, Tahun Mematikan bagi Insan Pers

BRUSSELS–Tahun 2009 adalah salah satu tahun paling buruk dalam hal pembunuhan yang ditujukan kepada pekerja media. Sebanyak 113 nyawa insan pers telah melayang di tahun tersebut. Federasi Journalis Internasional (IFJ), yang berpusat di Brussels, Kamis, menyatakan Filipina, Meksiko dan Somalia sebagai negara paling berbahaya bagi staf media, menyusul serangkaian pembunuhan dalam beberapa bulan belakangan.

“Pembunuhan terhadap 31 wartawan dan staf media di Filipina pada November dan kekerasan baru terhadap rekan mereka di Meksiko serta Somalia telah membuat tahun ini sebagai pertumpahan darah mengerikan bagi media,” kata Presiden IFJ, Jim Boumelha. Kelompok tersebut menyatakan sebanyak 137 personel media tewas pada 2009 –24 di antara mereka dalam kecelakaan saat bekerja– naik dari 109 pada 2008

Padahal, Dewan Keamanan PBB berjanji tiga tahun lalu akan melakukan tindakan lebih lanjut untuk melindungi insan pers. “Pertanyaannya ialah apakah pemerintah mendengarkan atau siap memikul tanggung jawab secara sungguh-sungguh,” kata Sekretaris Jenderal IFJ Aidan White.

Jumlah korban jiwa nasional tertinggi ialah 38 di Filipina. Sebanyak 13 insan media meninggal di Meksiko, sembilan di Somalia, tujuh di Pakistan dan enam di Rusia. Pembunuhan di Irak, yang lama menjadi negara paling berbahaya bagi staf media, turun dari 16 tahun lalu jadi lima pada 2009. (republika)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s