Cara Agen M15 Memaksa Umat Islam Menjadi Mata-Mata


Lari dari penganiayaan di Somalia, Isahaq Elmi mengatakan ia mengalami penderitaan baru di Inggris, kali ini di tangan agen MI5 yang diduga selalu mengganggunya untuk memata-matai sesama muslim.

“Saya pikir saya sudah aman setelah diberikan suaka pada tahun 2006 tetapi sejak adanya kunjungan dan panggilan telepon dari MI5 hidup saya hancur berantakan,” kata Elmi kepada The Independent hari Selasa kemarin (5/1).

Dia mengaku telah menerima lebih dari 200 panggilan telepon dari agen MI5 yang mencoba memaksanya untuk menjadi seorang informan bagi M15.

Parahnya lagi, agen M15 tersebut menolak untuk bertemu tatap muka langsung, agen intelijen Inggris itu diduga mengancam Elmi dengan kata-kata yang bergema di telinganya dan mengirimkan rasa ketakutan ke dalam tubuhnya.

“Dengan satu cara atau dengan cara lain kami akan mendapatkan dirimu,” dia ditelpon kembali oleh salah seorang perwira MI5.

Episode pertama mimpi buruk Elmi mulai berlangsung pada bulan Maret 2009 setelah ia mengunjungi ibunya di Kenya.

Setelah kembali ke Heathrow, dirinya didekati oleh polisi anti-teror yang bertanya kepadanya dan mengambil sampel DNA miliknya.

Mereka mengancam akan menahannya dan membakarnya selama tiga jam sebelum melepaskannya.

Dua bulan kemudian Elmi dihubungi kembali oleh seorang agen yang dipanggil dengan nama “Jahil” yang ingin mendiskusikan soal penahanannya di Heathrow.

“Mereka menelepon saya hampir setiap hari selama dua bulan berturut-turut,” keluh Elmi, yang merupakan seorang anggota sebuah komunitas pekerja yang tidak memiliki catatan kriminal.

Akhirnya dia setuju untuk bertemu dengan agen MI5 di kantor polisi, dimana mereka mengatakan bahwa mereka menginginkan dirinya dapat bekerja sebagai seorang informan M15 di Mogadishu.

“Saya katakan bahwa saya tidak mempunyai informasi. Lagi pula, saya belum pernah ke Somalia selama 10 tahun terakhir,” ujarnya.

“Tapi mereka masih bilang saya bisa membantu dan bisa bekerja untuk mereka. Tapi saya tegaskan, saya sudah punya pekerjaan dan tidak ingin memata-matai teman-teman dan tetangga saya sendiri.”

Pertemuan yang berbuntut penolakan yang tegas dari Elmi, membuat petugas intelijen Inggris tersebut kemudian mengancam Elmi dengan kata-kata yang masih bergema di telinganya dan membuat dirinya ketakutan menjalar ke dalam tubuhnya.

“Agen tersebut dipanggil dengan nama Jahil. Saya katakan kepadanya bahwa saya tidak pernah ingin melihat dia lagi. Jahil mulai berteriak-teriak,kemudian mengatakan: “Dengan satu cara atau dengan cara lain kami akan mendapatkan dirimu.'”

Korban

Sama seperti Elmi, Ahmed Diini – seorang warga negara Belanda yang telah menetap di Inggris, mengatakan ia juga dibombardir dengan panggilan telepon dan diancam dengan penahanan di bawah Undang-Undang Terorisme Inggris.

Pria 21 tahun ini datang ke Eropa ketika ia berusia tiga tahun, dirinya juga disamperin oleh agen M15 di Inggris di sekolah tempat ia bekerja dan diancam akan ditangkap.

Ketika Diini pergi berlibur, dia dua kali ditahan di bandara Inggris sementara istrinya dilecehkan oleh seorang perwira wanita MI5 saat berbelanja di bandara.

“Saya harus hidup dengan kenyataan bahwa saya tidak akan dapat melakukan perjalanan ke suatu tempat tanpa berhenti selama minimal dua jam dan dilihat sebagai pelaku kriminal, karena orang-orang di sekitar saya dalam antrian tidak bisa berhenti tetapi saya satu-satunya yang mereka hentikan. ”

Anak muda muslim ini menuduh agen MI5 telah merusak hidupnya.

“Istri saya juga menjadi marah karena saya tidak bercerita tentang masalah saya dengan MI5 sebelum kami menikah,” katanya.

“Saya pribadi secara moral dan mental terpengaruh karena saya menjadi korban.”

Ini bukan pertama kalinya wajah MI5 tercoreng karena mendapat tuduhan menggunakan taktik intimidasi untuk merekrut informan muslim.

Tahun lalu The Independent melaporkan lima kasus di London di mana seorang anak muda somalia mengeluh karena mengalami “pelecehan” serupa oleh MI5.

Namun pemerintah Inggris menyangkal melakukan perbuatan tercela tersebut.

“Agen keamanan beroperasi di dalam aturan hukum,” kata seorang juru bicara kantor pejabat keamanan mengatakan kepada harian tersebut.

“Kalau ada yang merasa mereka telah diperlakukan tidak adil maka ada prosedur yang jelas untuk meminta kekuatan investigasi dari komisaris, seorang hakim senior, untuk menyelidiki setiap keluhan yang ada.”(fq/iol/eramuslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s