SBY Bentuk Sistem Inovasi Nasional


(Produk “Biodiesel Jelantah” karya Universitas Trisakti ambil bagian dalam Pameran National Innovation Contest (NIC) 2008, Senin (17/11), di Campus Center Institut Teknologi Bandung. Kegiatan ini menampilkan 20 karya inovasi mahasiswa di bidang energi terbarukan, teknologi tepat guna, dan ramah lingkungan.)

SERPONG – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin bahwa abad ke-21 yang akan menjadi the most powerful driver of change adalah teknologi. Untuk mengembangkan nano technology, bio-engineering, genomics, robotics, dan lain-lain tentu tidak sepatutnya hanya didominasi dan dimonopoli negara-negara maju saja. Banyak emerging economies, seperti Cina, India, dan Brazil, yang kini mulai merintis teknologi-teknologi baru ini.

Untuk itu, menurut SBY, dibutuhkan suatu Sistem Inovasi Nasional, yaitu suatu pengaturan kelembagaan yang secara sistemik dan berjangka-panjang dapat mendorong, mendukung, menyebarkan dan menerapkan inovasi-inovasi di berbagai sektor, dan dalam skala nasional.

“Konsep seperti ini relatif baru, meskipun sudah mulai diterapkan di beberapa negara yang mengalami transformasi. Setiap negara mempunyai Sistim Inovasi Nasional dengan corak yang berbeda dan khas, yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya masing-masing,” ujar SBY dalam acara silaturahmi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Masyarakat Ilmiah, di Gedung AIPI, Puspitek, Serpong, Banten, Rabu (20/1/2010).

Presiden berpendapat bahwa, Indonesia harus bisa mengembangkan Sistem Inovasi Nasional, yang didasarkan pada suatu kemitraan antara pemerintah, komunitas ilmuwan dan swasta, dan dengan berkolaborasi dengan dunia internasional.

“Oleh karena itu, berkaitan dengan pandangan ini, dalam waktu dekat saya akan membentuk Komite Inovasi Nasional, yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden, untuk ikut memastikan bahwa Sistem Inovasi Nasional dapat berkembang dan berjalan dengan baik,” harapnya.

Presiden menjelaskan, Indonesia yang mempunyai wilayah yang cukup luas, terbentang dari Sabang ke Marauke, dari Miangas ke Pulau Rote serta mempunyai sumber daya alam yang berlimpah juga sumber daya manusia yang tangguh, seharusnya bisa ditingkatkan keunggulan dan daya saingnya.

“Dan kita mempunyai hubungan yang baik dengan semua pihak. Baik dunia Barat, dunia Islam, negara-negara berkembang, emerging economies, dan lain-lain, yang semuanya dapat menjadi mitra pembangunan Indonesia,” tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi dan daya saing sebuah bangsa sangat disumbang penguasaan teknologi. Kecenderuan ini akan terus menguat karena proses pengembangan teknologi tidak pernah berhenti. Kunci dari keunggulan Indonesia di abad ke-21 adalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Salah satu penyebab bangsa kita terbelakang selama ratusan tahun adalah karena nenek moyang kita tidak mendapatkan akses terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari belahan dunia lain,” jelas SBY.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa adalah hasil dari suatu kerja besar yang terencana dan berkesinambungan. Teknologi tidak bisa dimimpikan dan didatangkan begitu saja. Untuk menjadi bangsa yang menguasai IPTEK, bangsa Indonesia harus bisa menetapkan inovasi sebagai urat nadi kehidupan bangsa Indonesia.

”Kita harus bisa menjadi bangsa inovasi. Untuk mencapai kondisi seperti itu ada sejumlah hal penting yang harus kita bangun dan lakukan. Pertama, mengubah mindset. Inovasi adalah suatu semangat, suatu energi dan etos. Sistem dan lingkungan nasional kita harus bisa menghasilkan inovator-inovator yang kreatif. Ini semua akan terwujud jika kita semua benar-benar menghargai kerja keras kaum peneliti, ilmuwan, dan inventor. Mereka harus menjadi ikon masyarakat, bukan catatan pinggir. Apalagi hidup tanpa penghormatan, apresiasi dan tidak sejahtera,” tegasnya. (KOMPAS)

2 responses to “SBY Bentuk Sistem Inovasi Nasional

  1. semoga indonesia bisa menghasilkan karya-karya yang inovatif
    salam kenal mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s