Ancaman Ekstrimis Hantui Pemutaran Film Muslim Bollywood


https://i2.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/1berita/2_1_isalm/1film_muslim_bollywood.jpg

MUMBAI – Takut akan serangan dari ekstremis Hindu, bioskop-bioskop di kota Mumbai, India, pada hari Jumat (12/02) tidak memutar film terbaru aktor Muslim top negeri itu, Shah Rukh Khan.

“Shiv Sainiks merobek layar bioskop Maratha Mandir bahkan sebelum film itu dirilis,” ujar Manoj Desai, yang memiliki sejumlah bioskop satu layar, kepada AFP.

“Kenapa saya harus mengambil risiko?”

Pemilik bioskop lain di Mumbai juga memutuskan untuk tidak memutar film “My Name is Khan” karena ancaman dari kaum Hindu.

Partai ultranasionalis, Shiv Sena, telah bersumpah akan mengganggu rilis film tersebut setelah Khan menyesalkan ketiadaan pemain kriket Pakistan dalam Liga Utama India.

Di tengah ketakutan akan serangan dari kaum Hindu, ratusan personel polisi diterjunkan untuk melindungi bioskop-bioskop.

“Ratusan personel berpakaian bebas dan berseragam telah dikirim untuk memastikan segalanya berjalan lancar,” ujar komisaris polisi Mumbai, D. Sivanandhan.

Minggu ini polisi menahan lebih dari 2.000 anggota Shiv Sena, hanya sebagai langkah pencegahan, setelah kekerasan sporadis terjadi di luar beberapa bioskop.

Shiv Sena menganggap dirinya sebagai penjaga nilai-nilai tradisional Hindu dan mendorong retorika anti-Muslim dan anti-Pakistan yang kuat.

Partai itu telah lama mengklaim bahwa mereka membela hak-hak masyarakat di negara bagian Maharashtra, yang beribukota di Mumbai, dari “orang luar”, dan seringkali menopang pendiriannya dengan kekerasan.

Partai sayap kanan itu memperoleh nafkah politik dari Hinduisme garis keras dan ultranasionalisme yang termasuk penentangan terhadap Pakistan.

Banyak pemilik bioskop yang takut untuk memutar film Khan karena ancaman dari kaum Hindu.

“Saat ini kami tidak yakin jika kami dapat memutar film itu,” ujar Yatin Rawal, pemilik bioskop tunggal Apsara Theatre di Ahmedabad.

“Kami hanya akan memutarnya jika polisi menjamin keselamatan dan keamanan kami.”

Jaringan Multiplex Fun Cinemas dan TVR juga memutuskan untuk membatasi pemutaran film tersebut, sementara Cinemax India dan INOX telah memutuskan untuk menunda pemutaran.

Protes anti-Khan oleh aktivis Shiv Sena tidak hanya terjadi di Mumbai saja, namun menyebar ke New Delhi dan Ahmedabad, dengan poster-poster film itu dan bintang Muslimnya yang dirusak dan dibakar di luar bioskop.

Namun, banyak penduduk Mumbai yang berusaha menantang ancaman para ekstremis.

“Saya datang untuk menonton film ini karena sangat kontroversial, dan karena saya penggemar berat Shah Rukh Khan,” ujar Subhash Kandrep, yang berdiri di luar INOX Multiplex bersama teman-temannya.

“Saya tidak mengerti kenapa sebuah film tidak boleh ditayangkan hanya karena sejumlah orang memprotes apa yang dikatakan Khan.”

Film itu menampilkan Khan, bintang Bollywood paling sukses, seorang pria autistik yang menjadi subyek bias rasial di AS pasca serangan 11 September.

“Ini ironis,” ujarnya, “bahwa sebuah film yang dibuat untuk perdamaian telah memicu banyak kemarahan di rumah saya sendiri. Kota saya. Negara saya. Apakah saya salah secara politik?”

Para analis berpendapat bahwa ancaman Hindu terhadap aktor Muslim itu dimaksudkan untuk memenangkan suara rakyat Hindu.

“Mengapa Shah Rukh Khan diserang dengan cara seperti ini?” ujar Dipankar Gupta, seorang cendekiawan dan komentator yang mempelajari Shiv Sena.

“Karena dia seorang Muslim.”

Muslim India, diperkirakan berjumlah hampir 140 juta, telah selama puluhan tahun mengeluhkan pengabaian sosial dan ekonomi serta penindasan.

Jumlah mereka hanya 7% dari pegawai layanan publik, 5% dari pekerja jalur kereta api, 4% dari pegawai bank, dan hanya 29.000 Muslim di India dalam 1.3 juta personel. (rin/io/suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s