Film Bosnia Ulas Kehidupan Penganut Wahabisme


https://i0.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/1berita/1_1_isalm/pengajian4.jpg

BERLIN – Sebuah drama berpengaruh dari Bosnia mengamati bagaimana orang-orang yang hidup dalam sebuah masyarakat Barat yang multibudaya dan mereka yang mempraktikkan interpretasi ketat dari Islam dapat hidup berdampingan, jika ada.

Na Putu (On the Path), yang dirilis pada hari Kamis (18/02) di Festival Film Berlin, adalah sebuah kisah cinta antara Luna dan Amar, keduanya Muslim sejak lahir yang menjalani apa yang tampak seperti kehidupan khas pasangan muda Sarajevo.

Namun keduanya semakin menjauh ketika Amar, yang kehilangan pekerjaan, bergabung dengan sebuah kelompok Islam di sebuah pulau terisolasi di mana keyakinannya kembali tumbuh.

Amar mengadopsi pendekatan yang lebih ortodoks terhadap agama, hubungan, dan kehidupannya secara umum. Amar berhenti minum alkohol dan merokok, menahan diri dari hubungan bebas dan menyatakan bahwa ketidakmampuan suatu pasangan untuk memiliki anak mungkin merupakan hukuman dari Tuhan atas gaya hidup mereka yang penuh dosa.

Luna tidak tahan dengan perubahan dalam diri pria yang ia cintai, dan ketegangan muncul ke permukaan ketika ia melihat seorang teman Muslim Amar menikahi seorang gadis muda, istri keduanya, yang menurut Luna melanggar hukum.

“Hukum Tuhan berada di atas hukum Bosnia,” ujar Amar, mengangkat isu utama lain dalam film itu.

Sutradara Jasmila Zbanic mengatakan dalam sebuah wawancara, “Amar terjerumus ke dalam sesuatu yang dapat digambarkan sebagai pemikiran Wahabisme.”

Jumlah pengikut aliran Wahabi telah berkembang selama beberapa tahun terakhir ini di Bosnia, sebagian karena pengaruh kaum Muslim asing, yang beberapa dari mereka tetap tinggal setelah bertempur bersama Muslim Bosnia dalam perang tahun 1992-1995.

Fenomena itu menjadi berita utama bulan ini ketika polisi menggerebek sebuah desa Bosnia yang menjadi rumah bagi para Wahabi, menahan tujuh dari mereka, menyita senjata dan amunisi mereka.

“On the Path” berhati-hati untuk tidak memihak.

“Saya tidak tertarik untuk mengikuti proses itu dengan cara dokumenter. Saya lebih tertarik dengan kisah cinta, sebuah subyek universal mengenai apa yang terjadi ketika seorang pasangan tiba-tiba berubah, bagaimana reaksi kita terhadap hal ini,” ujar Zbanic.

Amar percaya bahwa jalan takwanya adalah jalan yang benar yang memberinya kedamaian dan kenyamanan, sementara Luna bereaksi dalam cara yang lebih dikenali oleh kebanyakan penonton Barat, mempertanyakan perubahan dalam diri Amar dan mengajaknya kembali ke cara hidup mereka yang dulu.

Sebagian besar karakter masih merasa takut akibat perang dan beberapa tampaknya beralih ke Islam konservatif untuk membantu mereka mengendalikan diri.

“Dunia telah menjadi jauh lebih relijius daripada sebelumnya,” ujar Zbanic, yang pertama kali mendapatkan ide untuk film itu ketika seorang pria Muslim menolak menjabat tangannya ketika mereka bertemu.

“Dalam kasus Bosnia, penelitian menunjukkan bahwa beralih ke agama adalah konsekuensi dari depresi pasca perang dan ketidakpuasan,” ujar sang sutradara, yang memenangkan penghargaan Golden Bear 2006 untuk kategori film terbaik dengan fitur debutnya, “Grbavica”.

“Agama telah memasuki sistem pendidikan kita, mulai taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, yang tidak terjadi sebelum perang.”

“Pergerakan Wahabi adalah satu bentuk Islam yang dikatakan orang-orang tidak ada sebelumnya di Bosnia, tempat dimana Islam hidup berdampingan dengan agama-agama besar lainnya.

“Di sisi lain, para pengikut Wahhabi yang saya temui mengatakan bahwa ini adalah bentuk asli Islam, murni, dan tidak tercemar.” (suaramedia)

One response to “Film Bosnia Ulas Kehidupan Penganut Wahabisme

  1. info yang menarik…
    banyak tulisan bermanfaat disini…
    tetap semangat menulis…
    salam kenal, semoga selalu sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s