Masjid Perancis Diserang Untuk Yang keenam Kalinya


https://i2.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/1berita/2_1_isalm/1masjid_franceis_nazi.jpg

PARIS – Kelompok Muslim terdepan di Perancis mengatakan bahwa sebuah Masjid telah dirusak dengan grafiti rasis dalam insiden keenam tahun ini.

Kepala Dewan Keyakinan Muslim Perancis mengungkapkan bahwa kata-kata rasis dicat di tembok-tembok Masjid di Sorgues, wilayah Vaucluse, pada akhir pekan.

Ini adalah keenam kalinya tahun ini sebuah Masjid Perancis dicemari oleh grafiti rasis. Mohammed Moussaoui mengatakan bahwa kaum Muslim kini memiliki untuk bertanya tentang tujuan sebenarnya di balik aksi-aksi tersebut.

Ia mengatakan bahwa kelompoknya telah berkali-kali meminta diadakan penyelidikan parlementer ke dalam Islamofobia, namun tanpa hasil.

Islam adalah agama terbesar kedua di Perancis setelah Katolik Roma.

Insiden lainnya adalah ditemukannya grafiti anti-muslim dan rasis serta lambang swastika di Masjid Besar kota Saint-Etienne. Lusinan tulisan, seperti “Negro Kotor”, “Perancis untuk Orang Perancis”, “Tidak Boleh ada Orang Arab di sini” dan “Kami akan Menangkapmu” terukir di tembok-tembok Masjid dengan jenis cat semprot yang biasa digunakan oleh seniman grafiti.

Penemuan itu terjadi ketika beberapa menteri Perancis bertemu dengan Perdana Menteri Francois Fillon untuk menarik konklusi dari perdebatan nasional yang kontroversial atas identitas nasional yang diadakan oleh pemerintah selama beberapa bulan terakhir.

Perdebatan, yang dikecam oleh politisi oposisi sebagai sebuah taktik politik, menimbulkan gelombang deklarasi anti-Islam, oleh individu-individu anonim di situs yang didedikasikan untuk perdebatan itu, serta oleh sejumlah politisi konservatif.

Organisasi induk Dewan Agama Muslim Perancis (CFCM), yang melaporkan grafiti itu, mendesak pemerintah untuk membentuk komisi parlementer guna menyelidiki peningkatan insiden anti-Muslim akhir-akhir ini.

Di awal bulan Februari ini, sebuah keluhan juga diajukan setelah grafiti Islamofobia lainnya ditemukan di tembok sebuah Masjid di wilayah suburban Crepy-en-Valois, Paris.

Asosiasi Muslim relijius dan kultural Crepy-en-Valois, pemilik rumah ibadah tersebut, mengajukan keluhan terhadap orang tak dikenal.

Warga setempat menemukan grafiti berbunyi “Islam Keluar Dari Eropa” di tembok-tembok aula dan pagar depan, bersama dengan bendera Perancis dan sebuah salib celtic. Sebuah tulisan “Perancis untuk orang Perancis” ditemukan di sebuah tembok di jalan sekitar Masjid di mana para jamaah biasa memarkir kendaraannya.

Walikota mengecamnya sebagai aksi bodoh dan konyol yang bertentangan dengan suasana damai di antara berbagai komunitas berbeda di Crepy-en-Valois. Menurut sejumlah sumber, asosiasi Muslim yang telah ada di wilayah itu selama 15 tahun, dan yang membangun Masjid tersebut, tidak pernah menimbulkan masalah bagi lingkungan. (suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s