Partai Belanda Tolak Subsidi Transportasi Murid Islam


https://i2.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/1berita/2_1_isalm/1flo_muslim3.jpg

AMSTERDAM – Bukan pemerintah kota yang seharusnya membayar untuk transportasi para murid ke sekolah-sekolah Islam di luar wilayah, ujar Partai VVD. Partai ini ingin mengakhiri biaya transportasi untuk orangtua yang memilih mengirimkan anaknya ke sekolah-sekolah yang letaknya jauh demi alasan relijius.

Anggota parlemen dari VVD, Ineke Dezentje, khawatir bahwa uang saku itu mengorbankan diantarkannya murid-murid dengan cacat fisik ke sekolah yang layak bagi mereka. “Uang itu seharusnya digunakan untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkannya.” Ia tahu kota-kota di mana anak-anak, dengan usia termuda sembilan tahun,  yang memiliki kekurangan fisik harus pergi ke sekolah menggunakan sepeda atau bus, karena tidak ada cukup uang untuk mengantarkan setiap anak.

Dengan 42 sekolah dasar dan dua sekolah menengah, serta sekitar 10.000 murid, pendidikan Muslim adalah faktor yang penting di Belanda. Empat sekolah dikategorikan sangat buruk oleh inspeksi sekolah. Puluhan lainnya buruk, sisanya cukup, dan beberapa bahkan mencetak angka di atas rata-rata tes nasional (Cito).

Yusuf Altuntas, dari ISBO, organisasi induk dari sistem pendidikan Islam, mengatakan bahwa di Turki bahkan pendidikan Islam pun dilarang, sementara di Belanda hal itu dijinkan, dan mereka sangat berterima kasih untuk itu. Hal ini menjadi alasan untuk semakin meningkatkan kualitas. Pada tahun 2012, tidak ada satupun anggotanya yang buruk, janjinya.

Situs ISBO terus memberikan tinjauan sekolah-sekolah mana yang bagus, buruk atau sangat buruk. “Menyakitkan, namun ini juga akan menimbulkan persaingan yang sehat antar sekolah. Karena itu kami juga akan memberikan hadiah untuk sekolah terbaik,” ujar Altuntas.

Sekolah-sekolah itu juga memiliki ambisi yang sama. “Kami ingin sekolah kami memiliki pelajar imigran yang pandai, dan memberikan pendidikan di lingkungan yang aman. Kami yakin bahwa murid-murid yang belajar dengan kami tidak akan putus sekolah. Tidak, kami tidak merayakan Natal, namun kami mendidik warga negara yang baik. Pendidikan Islam adalah jawaban bagi persoalan generasi muda. Kami mengajarkan norma dan nilai-nilai karena dapat meraih mereka dari dalam Islam.”

Di tahun 2002, agen intelijen Belanda (AIVD) mempublikasikan laporan yang mengatakan bahwa beberapa administrasi sekolah menyebarkan pemikiran radikal. Selain itu, beberapa sekolah memelihara kontak langsung dengan organisasi-organisasi asing yang memiliki aspirasi politik-relijius. Di tahun yang sama, inspeksi sekolah menetapkan bahwa para pelajar berada dalam bahaya terisolasi dari masyarakat Belanda.

“AIVD menyebut pendidikan Islam sebagai duri dalam daging. Menakutkan. Namun sejak saat itu, tanda-tanda semacam itu telah menghilang. Sekolah-sekolah Muslim tidak ada hubungannya sama sekali dengan ekstremisme Muslim.” Ia mengatakan contohnya bahwa 55% dari para guru yang mengajar di sekolah-sekolah itu adalah non-Muslim.

Salah satu dari tindakan pertama dari AIVD adalah diberhentikannya salah satu anggota: sekolah dasar As Saddieq di Amsterdam. Sekolah itu tidak mematuhi peraturan baru untuk pengelolaan yang baik. Satu masalah dengan mana sistem pendidikan Islam telah lama berusaha mengatasi. “Kami sulit menemukan administrator yang baik. Di antara hal-hal lainnya, ini mengarah pada pengayaan diri oleh pimpinan sekolah-sekolah SIBA di Amsterdam. Namun dengan pendekatan yang baru, kami akan mencegahnya.”

Salah satu perjanjian yang paling penting adalah implementasi sistem pengawasan dengan sanksi yang berat. Administrator yayasan harus mengikuti aktivitas para kepala sekolah dan kualitas pendidikan. Panduan membentuk kriteria inspeksi sekolah. Tidak hanya Cito menang, namun terutama bagus dalam akuntansi dari kebijakan dan anggaran pendidikan.

“Kita jangan baru bangkit ketika ada inspeksi. Ini tidak akan mudah untuk dijalankan. Mengkhawatirkan bahwa terdapat banyak sekolah-sekolah yang buruk di dalam sistem pendidikan Islam, sementara Islam mengutamakan kualitas di atas segalanya.” (suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s