Muslim Polandia Segera Dirikan Masjid Terbesar Di Warsawa


https://i2.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/islam1/tatarian_mosque.jpg

WARSAWA – Liga Muslim di Polandia sedang membangun sebuah pusat keagamaan bagi komunitas Muslim di kota tersebut.

Di dalam pusat keagaamaan tersebut, terdapat sebuah Masjid yang merupakan Masjid terbesar di Warsawa.

Pusat keagamaan itu dinamai Centre of Islamic Culture. Desainernya adalah  KAPS Architekci. Letaknya bersebelahan dengan pusat perbelanjaan  Blue City, di kawasan  Blue City, di sisi barat pusat kota.

Masjid di pusat keagamaan tersebut memiliki sebuah menara setinggi 18 meter. Walaupun sangat tinggi, suara muazin tidak dikumandangkan ke seantero kota.

“Seruan muazin hanya terdengar di Masjid, bukan di luar,” kata  Samir Ismail, kepala Liga Muslim di Polandia.

Selain Masjid, pusat keagamaan tersebut juga dilengkapi dengan perpustakaan, galeri seni, restoran, kafe, dan toko. “Kami akan bersembahyang di sana dan membuat orang-orang Polandia tahu bahwa Islam adalah agama yang damai,” kata Ismail.

Dana untuk pembangunan Masjid tersebut sebagian besar berasal dari seorang investor Saudi. Namun, Liga Muslim tidak bersedia mengungkapkan siapa dermawan itu dan berapa jumlah uang yang diinvestasikan.

Islam telah hadir di Polandia sejak abad ke-14. Komunitas Muslim tertua di Polandia adalah masyarakat Tatar. Komunitas Muslim non-Tatar berdatangan ke Polandia pada dekade 1970-an.

Komunitas Muslim non-Tatar yang berimigrasi ke Polandia umumnya adalah para mahasiswa dari negara-negara berbahasa Arab di Timur-Tengah dan Afrika. Pada dekade 1980-an, komunitas Muslim di Polandia menjadi lebih aktif dan terorganisasi secara lebih baik. Mereka pun lantas membangun Masjid di berbagai kota, yaitu di Warsawa, Gdansk, Wroclaw, Lublin, dan Poznan.

Pada tahun 1989, rezim komunis terguling dari tahta pemerintahannya di Polandia. Sejak itu, semakin banyak kaum Muslim yang berdatangan ke Polandia.

Ada komunitas Muslim yang berasal dari Turki dan negara-negara pecahan Yugoslavia. Ada pula pendatang dari Pakistan, Afghanstan, dan sejumlah negara lain. Ada pengungsi Muslim dari Checnya.

Jumlah Muslim di Polandia pada saat ini tidak dapat diketahui secara pasti. Sebab,  sensus penduduk yang dilaksanakan di Polandia tidak mempertanyakan agama warga Polandia. Ada yang me mperkirakan jumlah Muslim di Polandia adalah 5000 orang. Ada pula yang memperkirakan bahwa jumlah mereka mencapai 35 ribu sampai 40 ribu orang. Sebagian besar warga Muslim Polandia , yaitu sebanyak 11 ribu sampai 13 ribu orang, berdiam di Warsawa.

Pertengahan tahun lalu, Masyarakat muslim menginginkan amandemen hukum tahun 1936 yang mengatur hubungan antara negara dengan Asosiasi Religius Muslim di negara tersebut dan menegaskan status legal muslim Polandia.

Hukum dan peraturan negara ini tidak mengakui ikatan pernikahan secara Islam yang berarti umat muslim harus melegalkannya melalui pernikahan sipil.

Hukum tersebut juga mewajibkan umat Muslim mendoakan negaranya, presiden, pemerintahan, dan tentaranya dalam ibadah sholat Jumat.

Akademisi Muslim juga akan dapat mengeluarkan sertifikasi halal, mengkonfirmasi apakah suatu produk dapat dikonsumsi berdasarkan hukum Syariah.

Umat Muslim hanya boleh mengkonsumsi daging dari hewan yang disembelih dengan pisau tajam dan menyebut nama Allah.

Sekarang ini, Muslim Polandia dipaksa untuk tetap bekerja dan masuk sekolah atau kuliah ketika hari raya dan menunda perayaan mereka di akhir pekan.

Namun, di bawah undang-undang yang baru umat muslim di negara itu akan diijinkan untuk mengambil cuti pada hari-hari tersebut. (es/tn/wp/sm/suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s