AS: Diskriminasi Terhadap Muslim Di Eropa Mengkhawatirkan


https://i1.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/2berita/1_3_islam/belgium_anti_islam.jpg

WASHINGTON – Laporan tahunan dari Departemen Luar Negeri AS untuk hak asasi manusia memperingatkan bahwa diskriminasi terhadap kaum Muslim semakin berkembang di Eropa.

Laporan HAM untuk tahun 2009 mengutip larangan Swiss terhadap pembangunan menara Masjid yang diberlakukan pada bulan November, juga larangan atau pembatasan terhadap jilbab dan burka yang dikenakan oleh kaum Muslim di Perancis, Jerman, dan Belanda.

Laporan itu mengatakan, “Diskriminasi terhadap kaum Muslim di Eropa semakin mengkhawatirkan.”

Jerman dan Belanda memiliki larangan terhadap pengajar yang mengenakan jilbab atau burka ketika sedang melakukan tugasnya, dan Perancis melarang dikenakannya busana relijius di depan umum.

Laporan itu terutama difokuskan pada masalah yang terjadi di Belanda, di mana jumlah kaum Muslim sekitar 850,000 jiwa, mengatakan bahwa kaum Muslim menghadapi kebencian sosial yang berdasarkan keyakinan bahwa Islam tidak sesuai dengan nilai-nilai Barat.

Laporan tersebut menyalahkan politisi sayap kanan karena memainkan peran dalam menumbuhkan kebencian.

Disebutkan bahwa, “Insiden kekerasan besar terhadap kaum Muslim jarang terjadi, namun insiden-insiden kecil, termasuk intimidasi, keributan, vandalisme, dan grafiti dengan bahasa yang abusif, adalah hal yang umum.”

Ditambahkan bahwa laporan HAM tahunan departemen itu diberi mandat oleh Kongres untuk memungkinkan anggota parlemen  mempertimbangkan isu tersebut ke dalam keputusan mengalokasikan bantuan ke negara-negara asing.

Di antara negara-negara lain, laporan itu paling banyak mengkritik pelanggaran HAM di Belarusia, CHina, Iran, Myanmar, Korea Utara, Zimbabwe, Sudan, Syiria, dan Rusia.

Laporan itu mengkritik China atas tindakan keras terhadap etnis Uighur dan Tibet, juga meningkatnya pembatasan internet dan informasi serta berita dalam bentuk-bentuk lain.

Wakil Menteri lUar Negeri Michael Posner mengatakan, “Catatan HAM pemerintah Cina tetap buruk dan semakin parah di beberapa wilayah, termasuk meningkatnya penindasan budaya dan agama terhadap etnis minoritas, serta meningkatnya penahanan dan pelecehan terhadap para aktivitis dan pengacara yang membela kepentingan umum.”

Departemen Luar Negeri juga fokus pada Iran dan penindasan terhadap demonstran yang berunjuk rasa di jalan-jalan menyusul pemilihan presiden bulan Juni. Puluhan orang terbunuh dan ribuan lainnya ditahan, beberapa menghadapi dakwaan.

Posner mengatakan, “Sebuah situasi HAM yang sudah buruk di Iran semakin memburuk pasca pemilihan di bulan Juni. Itu merupakan tempat di mana kita terus melihat penindasan parah terhadap perbedaan pendapat dan akan terus memberikan perhatian besar terhadapnya.”

Laporan itu juga mengutip semakin meningkatnya jumlah korban sipil di beberapa negara yang terkena konflik pada tahun 2009, termasuk Afghanistan, Sudan, Sri Lanka, dan Pakistan.

Di Pakistan, masih terdapat tantangan terhadap HAM yang cukup signifikan. Laporan itu menyebutkan adanya pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, dan orang-orang yang hilang.

Laporan Departemen Luar Negeri itu menyebutkan bahwa militer melakukan 400 pembunuhan selama operasi pemberantasan melawan Taliban di provinsi perbatasan barat laut dan Lembah Swat. (rin/alj/ie/suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s