Mengapa Ribuan Orang Tolak Kedatangan Obama?


https://i0.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/2berita/1_3_nasional/tolak_obama.jpg

BANDUNG – Penolakan kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia terus bermunculan. Sekitar seribu ulama se-Jawa Barat menyatakan sikap penolakan kedatangan Presiden Obama ke Indonesia. Tidak ada satu alasan apapun untuk menerima kedatangan Obama ke Indonesia secara sukacita.

Dalam pernyataan sikapnya di Bandung, para ulama menyatakan kedatangan Barack Obama ke Indonesia merupakan langkah politik luar negeri Amerika Serikat untuk menjamin kepentingan nasional negara adi daya itu. Amerika Serika sama sekali tidak memperhatikan kemaslahatan Indonesia.

Selain itu, Amerika juga secara nyata telah memerangi kaum muslim dan menjadi sekutu setia negara zionis Israel. Para ulama mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak kedatangan Barack Obama.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah I Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Rian mengatakan ada problem kesadaran di dalam masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia seharusnya mempunyai sikap dasar untuk menolak pihak-pihak yang mendiskreditkan umat muslim.

“Peran ulama adalah untuk mendorong masyarakat  lebih kritis namun tidak bertindak anarkis,” ujar Rian di Masjid Istiqomah. Pernyataan sikap ulama ini telah berlangsung di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Untuk Jawa Barat sendiri, Rian menargetkan sekitar dua ribu ulama menandatangani pernyataan sikap penolakan Obama. “Jumlah ini (dua ribu) merupakan representasi umat Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Rian, HTI dan para ulama terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menolak kedatangan Obama. Rian menambahkan pada acara puncaknya HTI bersama masyarakat akan melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 19 Maret 2009 nanti.

“Pada puncaknya kami harapkan sekitar 20 ribu orang dari seluruh Indonesia dapat bergabung dengan kami untuk melaksanakan aksi damai di depan Kedubes Amerika,” ujarnya.

Setelah ulama Jawa Barat, giliran ulama Sulawesi Selatan yang menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama. Penolakan disampaikan dalam rekomendasi hasil pertemuan sejumlah ulama di Makassar, Sabtu, 13 Maret 2010.

Juru bicara Organisasi Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel Hasanuddin Rasyid menyampaikan hasil rekomendasi itu. Penolakan Obama dilandasi posisinya sebagai kepala negara ‘penjajah’.

“Tidak boleh menerima pemimpin negeri penjajah. Atas dasar itu, kami menolak dan meminta penguasa di Indonesia tidak menerima, menyambut atau memperlakukan Obama sebagai tamu terhormat,” tegas Hasanuddin di Gedung Addaraen.

HTI juga menilai, AS telah melakukan berbagai macam tindak kejahatan atas kaum Muslim. Seperti memerangi dan membunuh kaum Muslim di Afghanistan, tidak menarik sepenuhnya tentara Amerika Serikat di Iraq, tidak menutup penjara Guantanamo yang menjadi tempat penyiksaan kaum Muslim.

Lebih jauh HTI Sulsel khawatir, kedatangan Obama merupakan langkah politik luar negeri AS untuk menjamin kepentingan nasional Amerika Serikat saja. “Tidak mungkin kedatangan Obama memperhatikan kemaslahatan bagi Indonesia,” katanya.

Untuk menggaungkan penolakan tersebut, HTI Sulsel akan menggelar aksi unjuk rasa Minggu besok. HTI Sulsel akan menurunkan sebanyak 5 hingga 7 ribu kader dan simpatisannya, dengan melakukan longmarch dari Mesjid Al-Markaz Al-Islam menuju Monumen Mandala.

Sebelumnya , rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia mendapat penolakan para mahasiswa di Purwokerto, Jawa Tengah.

Penolakan ini diwujudkan dalam aksi lempar sepatu kepada replika Obama. Aksi lempar sepatu yang dilakukan belasan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Kordinasi Lembaga Dakwah Kampus dilakukan, di depan kantor DPRD Kabupaten Banyumas.

Penolakan tersebut dikarenakan Obama dianggap sebagai teroris yang sesungguhnya. Kedatangan Obama bahkan dicurigai mahasiswa sebagai bentuk intervensi terhadap pemerintah Indonesia. Mereka juga tidak percaya jika kedatangan Obama hanya untuk bernostalgia di Menteng, Jakarta Pusat.

Para mahasiswa juga mengecam sejumlah warga Indonesia yang dengan senang hati, bahkan menyambut kedatangan Barak Obama. Mereka memperingatkan Indonesia harus hati-hati terhadap kedatangan Obama yang membawa misi untuk kepentingan AS.

“Barack Obama adalah teroris sesungguhnya. Kita tolak kedatangan Obama, apapun alasannya,” ujar Yasir, salah seorang orator.

Sementara itu, anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.

Aksi yang dilakukan belasan aktivis HTI di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus tersebut berlangsung aman dan tertib. Sejumlah anak-anak terlihat ikut serta dalam aksi tersebut.

Koordinator aksi Agung Dwi Nurcahyo, mengatakan Obama tidak pantas datang ke Indonesia yang sebagian besar berpenduduk muslim. Menurutnya, Obama telah memusuhi umat Islam dengan melakukan tindakan brutal di sejumlah negara seperti Irak, Afganistan, dan perbatasan Pakistan-Afganistan.

”Serangan terhadap satu negara Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk negara yang dalam status memerangi umat Islam,” tegas Agung.

Penolakan ini juga didasarkan bahwa kunjungan Obama ke Indonesia tidak lain untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS. Banyak perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia, sehingga dengan diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), maka Obama khawatir dengan kelangsungan hidup perusahaan-perusahaan AS di sini.

HTI menyadari jika Obama pernah menghabiskan masa kecil di Jakarta. Presiden ke-44 AS itu juga lahir dari ayah seorang muslim. Meski demikian, hal ini tidak dapat dijadikan dasar untuk mengistimewakan dirinya. Penilaian terhadap Obama harus didasarkan pada apa yang dilakukan saat ini selama menjabat sebagai Presiden AS.

”Jangankan sekadar pernah tinggal di Indonesia atau karena nenek moyangnya Islam, jika tangannya berlumuran darah membunuh orang banyak, tetap harus dihukum,” ucapnya. (v2v/z2k)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s