Non-Muslim Pengguna Pengadilan Syariah Meningkat


https://i1.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/2berita/1_3_islam/syariah_google.gif

LONDON – Pengadilan Arbitrase Muslim melaporkan kenaikan 15% dari non-Muslim yang menggunakan hukum Syariah dalam kasus-kasus komersial.

Para penggiat kampanye menyuarakan kekhawatiran mereka atas meningkatnya jumlah non-Muslim yang menggunakan hukum Islam untuk menyelesaikan sengketa hukum di Inggris terlepas dari kontroversi atas peran Syariah.

Juru bicara Pengadilan Arbitrase Muslim (MAT) mengatakan bahwa terdapat peningkatan 15% dari jumlah non-Muslim yang menggunakan arbitrase Shairah dalam kasus-kasus komersial tahun ini. Tahun lalu, lebih dari 20 non-Muslim memilih untuk mengajukan kasusnya di jaringan pengadilan yang beroperasi di London, Birmingham, Bradford, Manchester, Nuneaton dan Luton. ”Kami menawarkan layanan yang efektif dan murah bagi Muslim dan non-Muslim,” ujar juru bicara MAT, Fareed Chedie.

”95% dari orang-orang yang datang pada kami untuk arbitrase tidak merasa bahwa mereka membutuhkan perwakilan hukum,” Chedie mengatakan bahwa pengadilan kebanyakan menangani kasus-kasus sipil dan komersial, termasuk sengketa Masjid yang dimaksud oleh Komisi Amal. Namun pengadilan juga menangani kasus-kasus dalam bidang hukum keluarga dan perceraian.

”Kami semakin banyak berurusan dengan rekonsiliasi dan mediasi dalam pernikahan,” ujar Chedie. ”Banyak dari kasus-kasus ini di mana sang wanita mengajukan petisi karena memiliki pernikahan yang sulit dan menginginkan bimbingan serta arahan. Jika kemudian mereka ingin mengakhiri pernikahan maka kami dapat membantu dalam hal itu.”

Namun beberapa kelompok mengkritik langkah firma Skotlandia tersebut, mendebat bahwa pengakuan keputusan hukum Syariah di Inggris bersifat regresif dan membahayakan kaum wanita.

”Kami memiliki petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 22,000 orang yang mengatakan bahwa semua pengadilan agama harus dilarang beroperasi di dalam atau di luar sistem hukum,” ujar Maryam Namazie, juru bicara kampanye One Law for All, yang mengkampanyekan menentang hukum Syariah di Inggris. ”Saya telah berbicara dengan para wanita yang kehilangan hak asuh anaknya di dalam pengadilan Syariah.” Menurut hukum Syariah, hak asuh anak setelah usia tertentu jatuh ke tangan sang suami, terlepas dari kesejahteraan sang anak.

Terdapat pula sejumlah kasus kekerasan domestik di mana para wanita menjatuhkan tuntutan pidana dan dewan Syariah mengirimkan sang suami ke kelas-kelas manajemen kemarahan. ”Bukan seperti itu cara kita menangani kekerasan domestik di negeri ini,” ujar Namazie. Banyak pengacara Muslim menyebut para kritikus hukum Syariah di Inggris sebagai ’Islamofobik”, berdalih bahwa terdapat perbedaan antara dewan Syariah – yang beroperasi di luar hukum – dan pengadilan arbitrase, yang menjadi subyek UU Arbitrase parlemen.

”Media mengeluarkan ini dari konteks dan melebih-lebihkannya,” ujar Dr Saba Al-Makhtar dari Asosiasi Pengacara Arab. ”Menurut hukum Inggris, ada ruang untuk menyelesaikan sengketa apa pun yang diterima oleh kedua pihak terkait, selama tidak bertentangan dengan hukum Inggris. Itu adalah sebuah ide yang bagus.”

Para  kritikus membantah bahwa kampanye menentang hukum Syariah diarahkan secara spesifik kepada kaum Muslim.

”Kampanye kami fokus pada Syariah namun kami menentang semua pengadilan agama, termasuk Beth Din Yahudi,” ujar Namazie. ”Hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan dan pengadilan agama meletakkan agama di atas hak dan kebebasan manusia. Hukum yang didasarkan pada agama apa pun sepenuhnya antitesis bagi hak yang dimiliki kaum wanita hari ini. Banyak hak yang dimiliki kaum wanita di Inggris saat ini merupakan hasil dari perjuangan keras merebut kendali dari tangan gereja.”(rin/ie/suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s