Separuh Daging Domba Di Pasar Belgia Didoakan Muslim


https://i2.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/2berita/1_3_islam/halal_google.gif

BRUSSELS – Sekitar separuh dari daging domba dan kambing di supermarket dan restoran Belgia disembelih dengan cara yang halal. Itu berarti, daging tersebut disembelih dan didoakan oleh seorang Muslim, Het Laatste Nieuws melaporkan.

Daging tersebut berasal dari Selandia Baru, di mana hampir semua penyembelihan dilakukan dengan halal, karena pasar terbesar mereka adalah Timur Tengah.

“Kami banyak mengekspor ke Timur Tengah dan Asia, di mana banyak terdapat permintaan untuk daging halal,” ujar Anner Berryman dari Dewan Daging Selandia Baru, organisasi induk nasional untuk industri daging. “Di Eropa juga terdapat banyak negara di mana para importir secara khusus memintanya. Karena itu rumah jagal kami memilih untuk menyembelih semua daging dengan cara halal. Secara ekonomi, itu lebih efisien. Dengan ini,  kami tidak perlu membedakan produksi antara penyembelihan Muslim dan reguler, yang akan membuat segalanya jauh lebih mahal. Kualitas daging tetap sama, karena itu juga sangat sesuai untuk pasar non-halal Eropa.”

Namun, di Eropa mereka menyembunyikan hal ini. “Tidak semua pelanggan menanyakan daging halal dan karena itu kami juga tidak mempromosikannya. Kami memilih untuk menekankan daging yang bagus, bukan cara penyembelihannya. Kebanyakan orang bahkan tidak ingin tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan daging yang mereka makan,” ujar Berryman.

Importir daging Selandia baru dari Belgia juga memperhatikan bahwa pelanggan mereka lebih memilih diam tentang apakah itu daging halal atau bukan. ”Rumah Jagal kami, Crusader Meat, menempelkan sertifikasi halal dengan tanda dan tulisan Arab pada kemasannya. Itu saja sudah menimbulkan banyak keluhan dari pelanggan yang memilih untuk tidak mendapatkan sertifikasi itu,” ujar Jan Van Damme dari AND-IMEX nv, tengkulak  yang mengirimkan sekitar 20 ton daging halal dari Selandia Baru ke supermarket-supermarket seperti Delhaize, Aldi, dan Makro setiap minggu. ”Namun itu bukan wewenang kami untuk melepaskan label tersebut. Kami mendapatkan daging dalam kemasan itu dan tidak dapat mengubahnya untuk pelanggan tertentu.”

Karena itu beberapa rantai supermarket mengemas kembali daging tersebut. ”Delhaize melakukannya,” ujar Van Damme. ”Itu disengaja, karena mereka takut bahwa label halal tidak akan diterima oleh para pelanggan. Beberapa orang akan menganggap daging itu tidak bagus.” Delhaize membantah hal ini. ”Benar bahwa kami mengemas kembali daging-daging itu, dan tidak menempelkan kembali label halalnya, namun itu hanya karena tidak tampak menguntungkan bagi kami untuk menyebutkannya secara eksplisit.”

Aldi juga mengakui bahwa mereka menaruh daging dalam kemasan yang berbeda. ”Dalam buku spesifikasi kami, kami merinci daging ini sebagai daging domba reguler dan tidak disebutkan sebagai daging halal, dan karena itu kami juga tidak memasang labelnya.”

Departemen daging Colruyt juga memilih untuk tidak menyebutkan bahwa itu adalah daging halal. ”Daging ini berkualitas bagus, itu adalah hal yang paling penting,” ujar direktur Andre Van den Bossche. ”Colruyt juga tidak meminta daging halal. Namun jika kami membeli daging dari Selandia Baru, kami tidak memiliki pilihan.”

Di Makro, mereka mempertahankan labelnya. ”Jika labelnya terpasang di kemasan asli, kami mempertahankannya. Namun kami tidak menarik perhatian tambahan dan tidak meminta sertifikasi spesifik apa pun,” ujar direktur Vincent Nolf.

Di rumah jagal Selandia Baru, domba-domba itu dibius terlebih dahulu dengan kejutan listrik, sebelum disembelih. ”Itu adalah bentuk kompromi dengan dunia Muslim, karena jika tidak, akan bertentangan dengan hukum Selandia Baru mengenai kesejahteraan hewan,” ujar Anne Berryman. Sebagian besar regulasi halal diikuti oleh rumah-rumah jagal.

”Ada panah penunjuk kiblat dan ada beberapa pria Muslim yang bekerja di sana. Terkadang penyembelihan dilakukan secara mekanis, namun sebagian besar masih manual. Ritualnya sangat cepat. Setiap menit, sekitar delapan domba disembelih.”

Organisasi kesejahteraan hewan, Gaia, sering memprotes penyembelihan halal, namun tidak melihat ada masalah dengan daging Selandia Baru. ”Jika hewan-hewan itu harus disembelih, maka cukup bagus bahwa mereka dibius terlebih dahulu,” ujar direktur Ann De Greef. (rin/ie/suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s