Serangan Terhadap Masjid Eccles Tertangkap Kamera CCTV


https://i2.wp.com/www.suaramedia.com/images/stories/2berita/1_4_islam/ali_anees_men.jpg

MANCHESTER – Ada perusak yang melakukan dua serangan dalam satu malam di sebuah Masjid.

Mereka tertangkap kamera ketika mereka melepaskan pagar dan melempar batu bata ke jendela.

Aksi perusakan ini adalah yang terbaru dari sekian banyak serangan berbasis rasial di Liverpool Roads, Eccles. Kamera CCTV dipasang setelah adanya serangan di tahun 2006 ketika ada penyusup yang menyebabkan kerusakan yang meluas.

Ali Anees, ketua Masjid Eccels dan Salford mengatakan: “Kami sering mendapat masalah. Di bulan Maret, seseorang melempar cat di bagian luar Masjid dan menorehkan grafiti.”

“Kemudian pada pukul dua pagi Sabtu lalu dua orang tampak di halaman. Salah satunya sedang melempari batu bata yang diambil dari dinding tetangga. Mereka menyerang bangunan itu dua kali dalam 20 menit.”

“Tiga bagian jendela hancur dan ada batu bata yang ditemukan di dalam kantor Masjid. Kami mendapat insiden lain di bulan Maret ketika telur dilemparkan ke orang-orang yang meninggalkan Masjid oleh orang yang menyetir dengan kencang.”

“Setelah sekian banyak kerusakan yang terjadi di tahun 2006, banyak orang datang untuk menolong kami dan dalam dua tahun terakhir kami telah menghabiskan 425.000 poundsterling untuk bangunan baru.”

“Kami memiliki 500 anggota dan mereka sangat marah terhadap penyerangan tersebut. kami ingin pelakunya tertangkap.”

Salah seorang perusak tampaknya melemparkan setidaknya lima batu bata ke arah jendela dan pagarnya dirubuhkan sementara. Kepala Inspektur Detektif Kepolisian Salford Bill McGreavy mengatakan: “Kami menangani insiden ini dengan serius dan kami percaya mereka menjengkelkan secara rasial.”

Muhammad Shafiq dari Ramadhan Foundation mengatakan serangan pada 2006 silam tersebut dipicu komentar dari Jack Straw dan Phil Whoolas.

Whoolas mengatakan penggunaan jilbab dapat memancing “ketakutan dan kemarahan”.

Anggota Parlemen Oldham East dan Saddleworth yang juga  merupakan Menteri Pemerintahan Lokal dan Komunitas, berbicara dengan Straw, yang memulai perdebatan dengan mengatakan dia lebih memilih wanita Muslim tidak menggunakan jilbab lengkap dalam pembedahan daerah konstituennya.

Shafiq dari organisasi pemuda Manchester berbasis Islam, didukung polisi untuk ketenangan dalam komunitas, tapi ia mengatakan Muslim menjadi korban kekerasan karena komentar politikus.

Dia mengatakan: “Ini adalah contoh lain serangan dan penganiayaan terhadap Muslim dan tanggung jawab ini ada pada politikus yang mengumpani kegilaan serangan terhadap Muslim dan memberikan amunisi kepada penjahat yang membenci kami.”

“Tanggung jawab terhadap ini ada pada orang-orang seperti Jack Straw, Phil Whoolas dan yang lainnya yang percaya saat ini adalah musim terbuka bagi Muslim.”

“Orang-orang sangat takut sekarang, khususnya orang-orang tua.”

“Orang berpikir bahwa mereka mungkin saja diserang dalam perjalanan ke Masjid atau bahkan di dalam Masjid saat mereka sedang beribadah.”

Whoolas menggambarkan serangan seperti itu “mengejutkan”.

“Tetapi saya tidak menerima komentar politikus disalahkan untuk hal ini,” dia menambahkan.

“Hal ini menyatakan bahwa sebelumnya tidak ada serangan padahal, tentu saja, sudah ada.”

Polisi dipanggil untuk melaporkan penyerangan di dalam Masjid persis sebelum pukul 21:30 waktu setempat pada hari Minggu.

Satu korban dibawa ke Hope Hospital tetapi setelah dipecat. Tiga korban lainnya luka ringan, kata polisi.

Seorang pria berusia 37 tahun dari Eccles dan pria berusia 19 tahun dari Davyhulme, Trafford, ditahan atau kecurigaan penyerangan berbasis rasial dan kemudian ditahan.

Kepala Inspektur Salford CID Geoff Wessell mengatakan: “Banyak Polisi Manchester menangani kasus kejahatan ini dengan sangat seru dan investigasi yang seksama sedang dilakukan.”

“Saya memohon kepada seluruh warga komunitas lokal di dalam dan di sekitar Eccels untuk tetap tenang, bersikap secara bertanggung jawab dan membiarkan polisi menangani insiden ini dan pelakunya.”

Pada hari Minggu, kepala Komisi Persamaan Rasial, Trevor Philips, memperingatkan bahwa perdebatan tentang penutup kepala penuh itu dapat mencetus kerusuhan di Inggris.

Minggu lalu, asisten pengajar Aishah Azmi kalah dalam pengadilan pekerjaan atas diskriminasi dan gangguan setelah ditangguhkan karena menolak melepaskan jilbabnya saat pelajaran.

Anggota parlemen dari Partai Buruh Shahid Malik, anggota parlemen lokal Azmi mengatakan persoalan tersebut menjadi “sangat merusak” dan partai sayap kanan akan diuntungkan.” (raz/men/bbc/suaramedia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s