Hidden Agenda Miss World


WALAUPUN menuai banyak protes dan kecaman dari beberapa pihak seperti ulama,para mubalighoh,ormas Islam bahkan masyarakat, pemerintah tetap memuluskan jalannya penyelenggaraan acara Miss World 2013. Acara Miss World tahun ini relatif kontradiktif karena memang bertempat di Indonesia ,yaitu di Bali 4-15 September dan di Sentul Bogor 28 September 2013.

Dengan berdalih untuk meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata dan bisnis ekonomi kreatif,sekaligus juga mendongkrak ketenaran Indonesia dalam pergaulan dunia, panitia penyelenggara semakin leluasa mengantongi ijin dari pemerintah.Tetapi benarkah demikian adanya?
Menurut sosiolog UI,Ida Ruwaida biaya yang dikeluarkan untuk menggelar perhelatan akbar itu sangat besar. Oleh karena itu para pelaku industri kecantikan akan berusaha mencari keuntungan dari pasar Indonesia. Padahal menurut Ida, dari sisi promosi pariwisata,ajang Miss World 2013 tidak terlalu memberi kontribusi(Radar Sukabumi).

Pelaku bisnis di balik Miss World 2013

Perhelatan akbar Miss World 2013 tentunya tak lepas dari para pelaku bisnis yang bermain di balik acara tersebut. Di Indonesia sendiri,Miss World ini dikuasai oleh MNC group. Perusahaan milik Hary Tanoesoedibyo. Dan melalui ajang Miss World di Indonesia,MNC akan menjadi pemegang hak siar yang akan dijual kepada stasiun lain di dunia.

Menurut Susan Dewey-seorang Anthropologis dari Syracuse University. Dia memberi banyak catatan kritis dalam bukunya ‘Making Miss World: Constructing gender power and the nation in postliberalization India (2008) beberapa ulasan Dewey menunjukkan bahwa pertalian bisnis dengan penyelenggara Miss World amat dekat. Seperti kegiatan pertama Miss World setelah terpilih dikenal sebagai “mudik ” ke negara asalnya. Sengaja diperuntukkan untuk bertemu politisi dan tokoh bisnis terkemuka. Demikian pula fenomena kemenangan Miss Venezuela secara berkala terjadi karena proyek ratu kecantikan telah menjadi bagian dari industri di negara itu. Miss Venezuela Academy mematok rata-rata biaya pelatihan ratu kecantikan 60.000 dolar per tahun.

Wajar, mengapa panitia penyelenggara Miss World 2013 sangat sibuk meminta dukungan beberapa ormas atau lembaga keagamaan di Indonesia demi terselenggaranya acara tersebut. Karena acara itu akan disiarkan ke 140 negara. Sementara Chairwoman adalah istri bos MNC group Hary Tanoesoedibyo menjadi exclusive partner yang akan melakukan hak siar penuh untuk Indonesia. Bisa dibayangkan berapa banyak keuntungan yang akan diperoleh. Bahkan Julia Morley sebagai Chairwoman of Miss World Organization dengan waralaba di lebih 130 negara mampu meraup untung sekitar 450 juta USD.

Agenda asing di balik acara Miss World

Sejatinya, di balik acara Miss World dan semua ajang sejenisnya ada agenda asing yaitubrainwashing (cuci otak) yang ditanamkan ke warga-warga di seluruh dunia. Pemahaman sekuler-liberal, feminisme, dan materialisme adalah paham-paham yang mereka pasarkan ke belahan dunia terutama negeri-negeri muslim.

Untuk mendukung agenda cuci otak besar-besaran tersebut,asing selalu menggunakan “robot-robot” yang berasal dari warga pribumi termasuk dari kalangan muslimin. Barat telah berhasil menciptakan para pemikir muslim agar sesuai dengan tujuan mereka. Maka tak heran kita kenal para kaum Islam liberal.

Acara Miss World pun tak luput jadi sasaran dan tujuan mereka untuk menanamkan paham-paham barat tersebut. Acara Miss World yang digembor-gemborkan barat dengan 3B (brainwashing, beauty and behaviour) sesungguhnya hanya polesan belaka. Sosok Miss World yang selalu tak lepas dari pribadi yang cerdas, peduli pada pendidikan, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan sebagainya ternyata tidak nyata-nyata terbukti.

Ada baiknya kita coba lihat beberapa peserta Miss World yang mereka sebutkan dengan slogan 3B tersebut.

1. Marjorie Wallace : warga Amerika Serikat yang menang di ajang Miss World 1973. Tapi 3 bulan setelah dinobatkan jadi ratu dunia, gelarnya dicabut lantaran berkencan dengan terlalu banyak pria, termasuk diantaranya selebritis Tom Jones.

2. Gabriela Bring : Miss Jerman ini menyandang gelar terpendek dalam sejarah Miss World. Dia mengundurkan diri hanya dalam waktu 18 jam setelah dinobatkan menjadi Miss World 1980. Dia terjegal skandal kasus foto telanjang.

3. Lili Chen : penyanyi dan aktris dari propinsi Sichuan ini berharap menjadi orang pertama Cina yang memenangi kontes Miss World tahun 2004. Tetapi permohonannya ditolak oleh pejabat kompetisi Cina karena dia seorang transeksual.

4. Lesley Langley : Miss Inggris ini memenangkan gelar Miss World 1965 tapi kemudian publik di Inggris tersinggung setelah foto bugil Lesley tersebar di media.(topbagus.com)

Jadi kita sendiri harus berpikir cerdas dengan ide-ide asing yang justru akan menjerumuskan kita sebagai umat muslim. Bahkan sungguh aneh, di negara yang berketuhanan yang Maha Esa dan menjunjung adat ketimuran masih ada warga-warga yang bisa menjadi korban cuci otak. Bahkan lebih aneh lagi ada pihak-pihak tertentu yang justru mensukseskan acara Miss World ini yang sudah jelas-jelas itu adalah agenda barat untuk semakin meliberalkan umat Islam. Padahal Allah sudah jelas-jelas berfirman dalam QS Ali Imran:110 ( Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Mereka beriman kepada Allah). Wallahu a’lam bishawab. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s