Ketua MUI: Pengajian Ben Kasyafani [Suami Marshanda] Bermasalah


LDII Ben MarshandaBen Kasyafani [Suami Marshanda] secara terbuka mengakui dirinya tergabung dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Ben pun menegaskan pengajiannya itu bukan aliran sesat seperti yang diisukan selama ini.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidan, kehadiran LDII masih menuai polemik di kalangan ulama. Hal itu tidak terlepas dari sejarah LDII yang dianggap kepanjangan tangan dari aliran Islam Jamaah. Di tahun 1970-an, aliran ini pernah dinyatakan sesat.

“LDII masih bermasalah. Mereka mengaku punya paradigma baru. Tapi belum bisa dikatakan bahwa itu bukan aliran sesat. Masih perlu pendalaman terhadap paradigma baru itu,” ujar Amidan.

Amidan menambahkan, LDII dulu dianggap sesat karena sangat ekslusif. Sampai saat ini, MUI belum pernah memutuskan atau memfatwakan LDII tergolong aliran sesat atau tidak.

“Mereka sangat ekslusif dan punya sistem keamiran dan tidak mau salat berimaman dengan orang lain. Mereka juga punya masjid sendiri. Kalau ada orang lain di luar jamaah mereka salat, langsung dibersihkan. Tapi dalam paradigma baru mereka menyebut sudah tidak ada lagi. MUI Pusat sendiri belum ada penegasan terkait LDII ini,” katanya.

Seperti diketahui, perceraian Ben dan Marshanda diisukan karena keterlibatan Ben dalam LDII. Sejak ikut LDII Ben dianggap berubah sehingga mereka sering cekcok.[]

Sumber: Okezone

Iklan

One response to “Ketua MUI: Pengajian Ben Kasyafani [Suami Marshanda] Bermasalah

  1. sy jg LDII , meskipun para pengurus menganggap sy masih muallaf krn ilmu sy di jamaah itu kecil meskipun sy terlahir sbg islam, sy tetap dianggap muallaf., tp sy rasa yg ditulis itu salah, emang aturan dalam LDII itu mengikat,
    meskipun sy LDII tp sy msh mau ber imam dgn yg bukan LDII jk sholat jamaah di masjid,
    memang sih, msjid LDII digunakan utk warga LDII, tp klo yang bukan LDII mau sholat ya silahkan saja,
    klo ada tulisan “Kalau ada orang lain di luar jamaah mereka salat, langsung dibersihkan”, ya mungkin karena memang pada saat itu jadwal pembersihan masjid, jd waktunya pas,, bukan karena orang di luar jamaah itu kotor jd masjid perlu dibersihkan,,, jadi yang nulis jangan suudhzon…!
    masjid itu kan suci, klo pakai sandal dari jalan ke masjid kan kotor,
    jgn terlalu ekstremis lah trhadap LDII, yg lebih ekstrim banyak,,
    sy akui LDII itu sangat eksklusif,
    sy jg heran knp satu agama satu tuhan satu kitab ini knp hrs dibedakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s